Dunia Pengetahuan

Memberikan Berbagai Pengetahuan

Transmisi Nirkabel

Transmisi Nirkabel
Sistem Komunikasi menggunakan frekuensi/spektrum radio, yang memungkinkan transmisi (pengiriman/penerimaan) informasi (suara, data, gambar, video) tanpa koneksi fisik.
        Dibedakan dari sistem transmisi yang memerlukan koneksi fisik, seperti kabel/kawat tembaga atau fiber optik.
        Bersifat tetap (fixed) atau bergerak (mobile).
        Dibatasi oleh ketersediaan spektrum (pita frekuensi), karena adanya interferensi (saling mengganggu) jika digunakan bersama.
Komunikasi Nirkabel
        Dapat dilakukan “dimana saja” (mobile).
        Bisa bersifat lebih personal.
        Dibatasi oleh sifat antarmuka terminal: Layar kecil (ponsel) sampai menengah (laptop), Tombol terbatas, Daya terbatas.
Pemanfaatan Teknologi Nirkabel
1.      Layanan Bersifat tetap (fixed):
        Penggunaan sekitar rumah (Cordless-DECT)
        Sambungan lokal (wireless local loop-WLL)
        Bluetooth: jarak pendek, kecepatan rendah
        WiFi: jarang menengah, kecepatan cukup tinggi
        WIMAX: jarak jauh, kecepatan tinggi
        Satellite: jangkauan luas, kecepatan menengah
        RFID: jangkauan sangat kecil
2.      Layanan Bersifat bergerak (mobile):
        Limited Mobility (Flexi)
        Cellular (GSM, CDMA, 3G)
        Satellite (GMPCS)
Sistem Komunikasi Bergerak
Syarat : Ada sedikitnya satu terminal bergerak di dalam komunikasi
Pada awalnya :
        Daya pancar  tinggi
        Antena setinggi-tingginya
        Cakupan sel sebesar-besarnya
        Konsep Handoff tidak ada
Generasi Awal Sistem Komunikasi Bergerak
Kelemahan :
        Biaya mahal karena perlu penguat daya tinggi dan antena tinggi
        Kenyamanan pelanggan terganggu saat berpindah cakupan
        Kapasitas rendah
        Efisiensi spektrum rendah
Arsitektur Sistem Seluler



RSS merupakan bagian system yang berinteraksi erat dengan penanganan sumber daya radio, dalam hal ini BSS dan MS. BSS mewakili unit fungsi dari peralatan yang diperlukan untuk mendukung suatu sel. Unit ini terdiri dari tiga entitas fungsional: BSC (Base Station Controller) sebagai unit control, BTS (Base Transceiver Station) sebagai unit transmisi,dan TCE (Transcoding Equipment) sebagai unit pengadaptasian metode pengkodean suara yang berbeda dalam jaringan GSM dan jaringan tetap (fixed network).
Antarmuka antara BTS dan MS disebut sebagai Um interface (radio interface). Sedangkan antara BTS dan BSC didefinisikan antarmuka yang disebut Abis interface.Untuk menjaga konsistensi kinerja sistem, setiap BSC dihubungkan dengan unit kontrol sistem OOS. Semua hubungan koordinatif yang terjadi antar entitas didalam jaringan selain BTS dan MS dilakukan dengan SS7 (Signalling System no 7).
MS (Mobile Station)---Pada umumnya terdapat tiga jenis MS untuk sistem komunikasi bergerak. Pertama adalah pesawat yang terhubung dengan kendaraan (vehicle mountered). Kedua pesawat portable dan yang terakhir pesawat genggam (handheld). • Secara arsitektur MS terdiri dari bagian yang menangani radio, bagian pemrosesan data dan antarmuka dengan pengguna atau ke terminal yang lain. Dua bagian yang pertama berfungsi untuk mengakses dan berinteraksi dengan jaringan melalui radio interface. Sedangkan yang terakhir berkaitan dengan interaksi dengan pengguna.
Secara umum fungsi dari MS adalah: secara struktural berada diluar jaringan (tidak terintegrasi ke jaringan), sebagai interface antara user dengan jaringan, terdiri dari mobile equipment dan SIM-card.
BTS (Base Transceiver Station)----Base transceiver Station terdiri dari perlengkapan radio yang diperlukan untuk mendukung sebuah sel. Tugas dari BTS adalah menjaga dan memonitor hubungan dengan MS. Lebih khusus lagi, menghubungkan dengan transmisi penerimaan radio, semua fungsi pemrosesan sinyal spesifik dengan radio interface dan beberapa fungsi tambahan. BTS juga sering disebut sebagai kepanjangan tangan BSC dan merupakan bagian dengan perangkat keras tesebut. Secara umum BTS mempunyai fungsi: mengcover sel yang menjadi areanya, menyediakan kanal bagi MS, interface antara MS dengan jaringan, melakukan location updating dari MS dan melaporkannya ke MSC via BSC, melakukan pertukaran informasi dari dan ke jaringan dengan MS, ada dua perangkat radio, yaitu RBS dan mini-link.

TEKNOLOGI JARINGAN WIMAX

TEKNOLOGI JARINGAN WIMAX
WiMax ( Worldwide Interoperability for Microwave Access )
adalah standart Broadband Wireless Access dengan kemampuan menyediakan layanan data berkecepatan tinggi. Tekonologi WiMax merupakan pengembangan dari teknologi Wi-fi.
Standarisasi WIMAXTeknologi WiMAX diimplementasikan sesuai
standar IEEE 802.16, dimana standar ini merupakan pengembangan dari IEEE 802.11 yang merupakan acuan standarisasi Wi-Fi. Jadi dapat dikatakan bahwa teknologi WiMAX merupakan pengembangan dari teknologi Wi-Fi

Yang perlu WIMAX contohnya seperti kampus, residental, retail/ruko, office box, indutry dll
Temapt-tempat menggunakan teknologi WIMAX dengan data network/internet dan perangkat-perangkat lainnya
Jenis layanan WIMAX
1.      UGS ( Unsolicited Grant Service )
UGS merupakan jenis layanan yang membutuhkan jaminan transfer data dengan prioritas yang paling utama.
2.      Non-Real Time Polling Service (NRTPS)
Kriteria jenis layanan ini dapat dikarakteristikkan sebagai berikut :
  • Membutuhkan throughput yang intensif dengan jaminan garansi minimal pada latency.
  • Layanan yang mungkin diperluas samapai full-bandwidth tetapi dibatasi oleh kecepatan maximum yang sudah ditentukan.
  • Garansi rate diperlukan tetapi delay tidak digaransi.
    Contoh layanan : video dan audio streaming.
3.      Real Time Polling Service (RTPS)
Kriteria jenis layanan ini dapat dikarakteristikkan sebagai berikut :
  • Sensitif terhadap throughput dengan toleransi yang longgar jika dibandingkan dengan UGS.
  • Garansi rate dan syarat delay telah ditentukan.
    Contoh layanan : MPEG video, VoIP, video conference
Kelebihan jaringan WiMAX
  Fleksibilitas (Flexibility)
  Spektrum merupakan sumber daya terbatas WiMAX dapat digunakan pada bebrapa jumlah frekuensi terlisensi
  WiMAX Forum menjamin perangkat yang digunakan pada beberapa frekuensi.

Smale Scale Fading

Smale scale fading adalah fluktuasi sinyal dalam periode waktu yang sangat singkat di sekitar nilai rata ratanya (large scale). Smale scale fading atau disebut juga dengan multipath fading dihasilkan oleh 2 macam mekanisme, yaitu time spreading sinyal sebagai akibat dari multipath dan time varying chanel yang disebabkan oleh pergerakan
Faktor faktor fisik yng mempengaruhi smale scale fading :
Propagasi multipath : adanya objek pemantul dari scatterer akan menyebabkan hilang nya energi sinya pada aplituda, fasa, dan waktu.Kecepatan pengguna : pergerakan relatif antara base station dan pengguna akan menghasilkan frekuensi modulasi yang acak karena perbedaan droppler shifts pada tipa komponen multipath.
Kecepatan objek di sekitarnya : jika objek di kanal radio bergerak maka akan terjadi perubahan doppler shift terhadap waktu pada setiap sinya multipath.
Bandwich sinyal : jika bandwich sinyal yang di trasmisikan lebih besar dari pada bandwich kanal mutipath sinyal yang diterima akan terdistorsi tetapi kekuatan sinyal tidak akan berkurang banyak

Proyek Perencanaan Seluler

Proses Cell Planning
Proses cell planning dapat dapat menggambarkan semua kegiatan yang digunakan dalam proses perencanaan celluler dan mengkonfigurasikannya sehingga sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
            Cell planning dimulai dari menganalisa trafik dan daerah cakupan yang dinginkan dengan cara terlebih dulu mengetahui kondisi geografinya. Serta jumlah yang dibutuhkan untuk mengcover pelanggan. Data yang dibutuhkan diantaranya :
1.      Biaya
2.      Kapasitas
3.      Daerah cakupan
4.      Grade Of service (GoS)
5.      Frekuensi
6.      Speech Quality Index (SQI)
7.      System growth capability
            Kebutuhan traffic menggambarkan kondisi dalam mendesain system yang ingin dirancang dan mengkonfigurasikannya sehingga sesuai dengan kondisi geografis dari daerah yg sebenarnya tersebut. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam hal perkiraan kondisi geografis adalah :
1.      Jumlah penduduk
2.      Jumlah Pelanggan Telephone
3.      Level keuntungan
4.      Land usage data
5.      Pengguna telephone
6.      Dan faktor lainnya seperti harga ponsel
Perencanaan sistem jaringan seluler
            Sebelum merencakan sistem, seorang engineer harus memiliki pengetahuan yg mendalam menganai dasar-dasar teknologi seluler, yang meliputi struktur sel, channel asigment, cell spliting, sistem sel overlay, pemrosesan panggilan, konsep propogasi radio, dan berbagai prinsip lainnya.
            Langkah – langkah dalam perencanaan jaringan seluler secara umum memiliki 3 point penting yaitu :
1.      Kapasitas Trafik
2.      Cakupan sinyal pada wilayah pelayanan
3.      Kualitas jaringan yg baik
Tujuan dari perencanaan seluler :
            Perencanaan jaringan  dimulai dari alokasi lebar pita frekuensi yang diberikan pemerintah kepada suatu operator  seluler.  Alokasi lebar pita frekuensi inilah yang digunakan oleh operator untuk memberikan layanan komunikasi  dengan  kualitas komunikasi yang sebaik-baiknya dan untuk sebanyak-banyaknya user.
            Memang sedikit sulit untuk mencapai kondisi ideal  performance yg di harapkan pada lingkungan komunikasi mobile yg sangat kompleks. Oleh karena itu, seorang engineer diharapkan memeiliki berbagai pengetahuan untuk melakukan optimalisasi system nantinya akan melibatkan berbagai solusi kompromi dari berbagai kondisi trade off yg nantinya akan di hadapai.

Perencanaan Jaringan Seluler

Perencanaan Jaringan Seluler
Salah satu tujuan perencanaan jaringan komunikasi bergerak wireless adalah memberikan layanan komunikasi pada cakupan (coverage) yang sudah ditentukan.

Grade Of Service ( GOS )
Grade Of Service adalah probabilitas panggilan ditolak (diblok) selama jam sibukInformasi tentang intensitas trafik selama jam sibuk akan menjadi dasar untuk dimensioning sistem wireless pada nilai Grade Of Service yang ditentukan
Karakteristik Mobile Traffic
Trafik mobile subscriber secara tradisional umumnya adalah 25 -35 mErlang selama jam sibukJam Sibuk secara tradisional adalah sekitar jam 10 pagi, dan antara pk. 13.00 sd. 15.00.Jam sibuk sekarang cenderung bergeser ke pk. 16.00 sd. pk 19.00. Demand trafik selalu dihitung sampai beberapa tahun kedepan ( 5 tahun,10 tahun, dsb ) untuk mengamankan investasi dan tergantung juga dari prospek bisnis, efisiensi berkaitan dengan laju  perkembangan teknologi,dsb.
Kapasitas jaringan akan tergantung kepada lebar bandwidth yang diberikan, serta pada efisiensi spektral komunikasi yang bersangkutan yang akan diimplementasikan.Jumlah sel yang dibutuhkan di suatu daerah akhirnya akan bergantung kepada demand trafik di daerah tersebut. Selain itu, jumlah sel tergantung pula kepada kapasitas Erlang.Luas sel tentunya adalah luas daerah pelayanan dibagi dengan jumlah sel yang terhitung dari bagian sebelumnya. Perencanaan daya yang kemudian akan dilakukan harus dapat menjangkau sejarak jari-jari sel tersebut dengan kualitas sinyal tertentu yang tergantung dari ambang batas yang dipersyaratkan. Untuk daerah dengan distribusi trafik non-uniform (kondisi umum), daerah pelayanan akan  diklasifikasikan berdasarkan kepadatanuser.
Kualitas sistem seluler di tunjukkan oleh parameter BER (bit error rate),availabilitas cakupan , dan juga oleh probabilitas blocking.

PENGUKURAN KUALITAS SINYAL PEMANCAR BASE STATION

DRIVE TEST DAN WALK TEST
Drive Test digunakan untuk outdoor (luar ruangan) karena dilakukan dengan berkendara  (drive) mobil sedangkan
Walk Test untuk indoor (dalam ruangan) karena dilakukan dengan berjalan(walk). Istilah drive test lebih umum digunakan daripada walk test.
TUJUAN DRIVE TEST:
1.      Untuk analisis coverage sebuah cakupan jaringan atau cakupan sebuah sel pada suatu daerah tertentu dengan cara menggunakan sampel data user perception pada coverage area tertentu.
2.      Mengkombinasikan pengukuran data dalam database tunggal untuk kecepatan dan perbandingan yang luas

PARAMETER CELL SITE DESIGN

PARAMETER CELL SITE DESIGN


Apa itu link budget?
            Seperti namanya, anggaran link akuntansi dari semua keuntungan dan kerugian dalam sistem transmisi. Link budget melihat unsur-unsur yang akan menentukan kekuatan sinyal tiba di penerima.
Link anggaran sering digunakan untuk sistem satelit. Dalam situasi ini sangat penting bahwa tingkat sinyal yang diperlukan dipelihara untuk memastikan bahwa tingkat sinyal yang diterima cukup tinggi di atas tingkat kebisingan untuk memastikan bahwa sinyal ke tingkat kebisingan atau tingkat kesalahan bit masih dalam batas yang diperlukan.
Selain sistem satelit, link anggaran juga digunakan dalam banyak sistem komunikasi radio lainnya. Misalnya, perhitungan link budget digunakan untuk menghitung tingkat daya yang diperlukan untuk sistem komunikasi selular.
Link perhitungan anggaran gaya juga digunakan dalam alat survey nirkabel. Alat survey nirkabel ini tidak hanya akan melihat cara sinyal radio menyebarkan, tetapi juga tingkat daya, antena dan penerima tingkat sensitivitas yang diperlukan untuk memberikan kualitas link diperlukan.
Perhitungan link budget merupakan langkah penting dalam desain sebuah sistem komunikasi radio. merancang link budget memungkinkan pembagian kerugian, keuntungan dan tingkat daya yang harus dilakukan jika perubahan perlu dibuat untuk memungkinkan sistem komunikasi radio untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya.
Link Budget
Link budget merupakan sebuah cara untuk menghitung mengenai semua parameter dalam transmisi sinyal, mulai dari gain dan losses dari Tx sampai Rx melalui media transmisi. Link merupakan parameter dalam merencanakan suatu jaringan yang menggunakan media transmisi berbagai macam. Link budget ini dihitung berdasarkan jarak antara transmitter (Tx) dan receiver (Rx). Link budget juga dihitung karena adanya penghalang antara Tx dan Rx misal gedung atau pepohonan. Link budget juga dihitung dengan melihat spesifikasi yang ada pada antenna. Manfaat Link Budget ialah:
a.       Untuk menjaga keseimbangan gain dan loss guna mencapai SNR yang diinginkan di receiver,
b.      Mengetahui radius sel sebab maksimum loss diperoleh.
Rugi-Rugi pada Lintasan
Rugi-rugi pada lintasan adalah redaman yang terjadi pada proses pentrasmisian signal dari Tx  hingga diterima oleh Rx. Rugi-rugi tersebut antara lain:
a.       Rugi-rugi Saluran (LSAL)
Rugi-rugi pada saluran merupakan besarnya redaman yang terjadi sepanjang saluran yang digunakan. Saluran dalam hal ini adalah kabel. Rata-rata rugi saluran sebesar 1dB
b.      Rugi-rugi Redaman Hujan (LRAIN)
Redaman hujan merupakan redaman yang memiliki pengaruh besar terhadap propagasi gelombang pada frekuensi di atas 1 GHz.
c.       Redaman ruang bebas / path loss (LFS)
Redaman ruang bebas adalah hilangnya daya yang dipancarkan pada ruang bebas pada saat pemancaran sehingga tidak seluruh daya dapat diterima oleh antena penerima. 
FRESNEL ZONE
Fresnel zone adalah suatu daerah pada suatu lintasan transmisi gelombang mikro yang digambarkan berbentuk elips yang menunjukkan interferensi gelombang RF jika terdapat blocking. 
Tower Height Calculation 
            Tower Height Calculation adalah perhitungan untuk membanguan suatu tower agar terhindar dari berbagai Loss (terutama: kontur tanah yang tidak datar). 
Antenna Gain
Antenna gain adalah perbandingan antara daya pancar suatu antena terhadap antena refrensinya. Gain bukanlah kuantitas yang dapat diukur dalam satuan fisis pada umumnya seperti wattohm, atau lainnya, melainkan suatu bentuk perbandingan. Oleh karena itu, satuan yang digunakan untuk gain adalah desibel. Persamaan umum untuk mencari antenna gain adalah: 17.6 + 20 * log10 (f *d) dBi. Dimana: d = diameter antenna (meter); f = frekuensi (Ghz).
Fade Margin
Fading adalah gangguan karena pantulan serta lapisan udara yang tidak seragam. Fading terjadi karena adanya fenomena lebih dari satu lintasan, dan bahkan banyak/ganda lintasan (multipath fenomena). Fading bisa terjadi di sembarang tempat,  dimana kedua sinyal gelombang tanah dan gelombang ionosfir/langit diterima. Kedua gelombang tersebut mungkin tiba dengan fasa yang berbeda, sehingga menyebabkan efek saling menghilangkan. Fading jenis ini dijumpai dalam komunikasi jarak jauh yang melewati daerah berair dimana propagasi gelombang bisa mencapai tempat yang jauh. Di tempat/daerah di luar jangkauan gelombang tanah, yaitu daerah yang hanya bisa dijangkau oleh gelombang langit. Fading bisa terjadi karena adanya akibat propagasi dari gelombang radio, meliputi pembiasan, pantulan, difraksi, hamburan, redaman dan ducting. Pengaruh fading terhadap sinyal terima dapat memperkuat ataupun memperlemah, tergantung besar phasa dari sinyal resultan antara sinya langsung dan sinyal tidak langsung. 
Tower Height Calculation
Tower Height Calculation adalah perhitungan untuk membanguan suatu tower agar terhindar dari berbagai Loss (terutama: kontur tanah yang tidak datar). Persamaan Tower Height Calculation yang digunakan adalah: 
Th = Ep + C + OH + Slope – Ea                                        
C = B1 + F
Slope = (( Ea – Eb) d1)/ D
F = 17.3 ((d1xd2)/f X D) -1/2
B = (d1 x d2) / (12.75 x K )
Dimana: Th = Tower Height Calculation; Ep = Peak / Critical Obstruction; C = Other losses; B1 = Earth Buldge; F = Fresnel Zone; OH = Overhead Obstruction; Ea= Height of Site A; Eb= Height of Site B; d1= Dist. From site A to Obstruction; d2= Dist. From site B to Obstruction; D = Path Distance; f= Frequency; K= 4/3
Annual Availability
Annual Availability adalah Kemampuan system untuk memberikan pelayanan sesuai dengan standart yang diinginkankan.Availability yang harus dicapai suatu system tergantung pada standart link yang akan dicapai:
1.      High grade link : Long haul (≤25000 km), misal pada nasional connection, international connection dan high bit rates (multimedia)
2.      Medium grade link : Antara local exchange pada national network (≤1250 km), missal pada hubungan interlokal.
3.      Local grade link : Antara subscriber dengan local exchange, bit rate ≤2 Mbps, misal pada hubungan local.
Berapa availability yang harus dicapai oleh masing-masing link diatas, bisa dilihat pada rekomendasi ITU-R. dari link availability ini kemudian diturunkan availability untuk 1 hop.
Ada beberapa penyebab unavailability (outage time):
Ø  Kegagalan perangkat (kesalahan design)
Ø  Ketidak tersediannya power
Ø  Fading atau interferensi
Ø  Pemeliharaan dan kesalahan manusia
Ø  Bencana alam, kebakaran, dll
Dalam mencari availability di system point to point ini normalnya disekitar angka: 99,990 -100,00.
Gelombang Radio dan Spektrum Elektromagnetik
Gelombang radio termasuk keluarga radiasi elektromagnetik meliputi infra merah (radiasi panas), cahaya tampak (visible light), ultraviolet, sinar-X, dan bahkan panjang gelombang Gamma yang lebih pendek dan sinar kosmik. Gelombang elektromagnetik berasal dari interaksi antara medan listrik dan medan magnet seperti pada Gambar 2 (Reed,
Gambar: Medan listrik dan magnet pada gelombang elektromagnetik
Pada Gambar ditunjukkan hubungan antara panjang gelombang dan frekuensi pada v = c. Banyak jenis frekuensi yang ada seperti Gambar 3 diatas. Berikut ini adalah daftar frekuensi :
Bandwith
Bandwith adalah ukuran dari sebuah wilayah / lebar / daerah frkuensi. Jika lebar frekuensi yang digunakan oleh sebuah alat adalah 2.40 GHz sampai 2.48 GHz maka bandwith yang digunkan adalah 0.08 GHz. Semakin besar bandwith yang digunakan akan berdampak pada semakin cepat atau besar jumlah data yang dapat dikirimkan didalamnya, dengan ilustrasi semakin lebar tempat yang tersedia di ruang frekuensi, semakin banyak data dapt kita masukkan pada sebuah waktu.
Frekuensi dan Kanal
Pembagian spectrum menjadi potongan-potongan kecil yang terdistribusi pada band sebagai satuan kanal

Gambar: Kanal dan Frekuensi Tengah untuk 802.11b
Perilaku Gelombang Radio
Ada beberapa aturan yang dapat digunakan dalam merencanakan instalasi jaringan nirkabel, yaitu :
  • Semakin panjang gelombang, semakin jauh gelombang radio merambat. Untuk daya pancar yang sama, gelombang dengan panjang gelombang yang lebih panjang cendrung untuk dapat menjalar lebih jauh daripada gelombang dengan panjang gelombang pendek. Efek ini kadang kala terlhat di radio FM, jika di bandingkan jarak pancar pemancar FM diwilayah 88 MHz dengan wilayah 108 MHz.
  • Semakin panjang gelombang, semakin mudah gelombang melalui atau mengitari penghalang. Sebagai contoh, radio FM (88-108 MHz) dapat menembus bangunan atau berbagai halangan dengan lebih mudah. Sementara yang gelombangnya lebih pendek, seperti handphone GSM yang bekerja pada 900 MHz atau 1800 MHz akan lebih sukar untuk menembus bangunan. Memang efek ini sebagian karena perbedaan daya pancar yang digunakan di radio FM dengan GSM, tapi juga sebagian karena pendeknya panjang gelombang di sinyal GSM.
  • Semakin pendek panjang gelombang, semakin banyak data yang dapat dikirim. Semakin cepat gelombang berayun atau bergetar, semakin banyak informasi yang dapat dibawa setiap getaran atau ayunan digunakan untuk mengirimkan bit digital ’0′ atau ’1′, ‘ya’ atau ‘tidak’. Ada sebuah prinsip yang dapat dilihat di semua jenis gelombang dan amat sangat berguna untuk mengerti proses perambatan gelombang radio. Prinsip tersebut dikenal sebagai Prinsip Huygens, yang diambil dari nama Christiaan Huygens, seorang matematikawan, fisikawan dan astronomer Belanda 1629-1695.
“Prinsip Huygens adalah metoda analisis yang digunakan untuk masalah perambatan atau propagasi gelombang dibatasan medan jauh (far field). Prinsip Huygens memahami bahwa setiap titik dalam gelombang berjalan adalah pusat dari perubahan yang baru dan sumber dari gelombang yang lain, dan gelombang berjalan secara umum dapat dilihat sebagai penjumlahan dari gelombang yang muncul pada media yang bergerak. Cara pandang perambatan atau propagasi gelombang yang demikian sangat membantu dalam memahami berbagai fenomena gelombang lainnya, seperti difraksi.”
Prinsip ini membantu untuk mengerti difraksi maupun zone Fresnel yang dibutuhkan untuk line of sight (LOS) maupun kenyataan bahwa kadang-kadang kita dapat mengatasi wilayah tidak line of sight.

Total Pageviews

Wikipedia

Search results

Copyright © Dunia Pengetahuan. All rights reserved. Template by Budiono Bws